RSS

DUNIA PENDIDIKAN

Loading...

Kamis, 08 Januari 2009

SKENARIO PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

SENAM INTRINSIK DONGENG

Oleh
Ely Herjanto, S.Pd.
NIM 08201289001


Dari empat aspek tindakbahasa, yakni menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, keterampilan menyimak/mendengarkan termasuk sulit dikuasai siswa. Hal ini terbukti tidak semua siswa mampu mengikuti pembelajaran menyimak/mendengarkan dongeng dengan baik. Banyak siswa yang merasa sulit untuk menemukan ide/informasi dari dongeng yang didengar. Maka siswa perlu secara sadar berlatih tanpa ada perasaan terpaksa atau waswas. Untuk itu, guru perlu mengadakan inovasi model pembelajaran menyimak/mendengarkan yang menarik dan menyenangkan. Salah satu alternatif pembelajaran yang menyenangkan adalah Senam Intrinsik. Apakah yang dimaksud “SENAM INTRINSIK DONGENG?” Mampukah permainan ini meningkatkan kemampuan menyimak/mendengarkan siswa?
Senam Intrinsik Dongeng ada sebuah metode dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang kolaborasikan antara gerakan senam, Pendengaran, dan kemampuan mengapresiasi sastra khususnya unsure instrinsik dongeng. Dengan menggunakan metode ini diharapkan siswa akan lebih mudah untuk memahami unsure intrisik dongeng yang ditemukan.

A. Standar Kompetensi
Mengapresiasi dongeng yang diperdengarkan

B. Kompetensi Dasar
5.1 Menemukan hal-hal/unsure intrinsik yang menarik dari dongeng yang diperdengarkan
5.2 Menunjukan relevansi isi dongeng dengan situasi sekarang

Langkah-langkah Kegiatan
A. Persiapan
1. Siswa membentuk kelompok masing-masing 4 orang
2. Guru menjelaskan materi dan aturan main
3. Siapkan teks dongeng untuk dibaca

B. Permainan/Kegiatan Inti
1. Perwakilan kelompok yang terdiri dari 4 orang berdiri di depan kelas
2. Siswa mendengarkan aturan permainan
a. Jika mendengar/menemukan unsur intrisik dongeng (Tokoh/pelaku), maka siswa yang berdiri harus bergeser ke kanan 1 langkah secara bersamaan/kompak.
b. Jika mendengar/menemukan unsur intrisik dongeng (Penokohan/watak), maka siswa yang berdiri harus bergeser ke kiri 1 langkah secara bersamaan/kompak.
c. Jika mendengar/menemukan unsur intrisik dongeng (Seting Tempat), maka siswa yang berdiri harus mundur 1 langkah secara bersamaan/kompak
d. Jika mendengar/menemukan unsur intrisik dongeng (Seting waktu), maka siswa yang berdiri harus maju 1 langkah secara bersamaan/kompak.
3. Guru membacakan teks dongeng dan siswa yang berdiri siap melakukan aksi senam.
4. Siswa yang lain menilai ketepatan gerakan serta mencatat unsur intrinsik yang ditemukan.
5. Siswa beserta guru memberikan penilaian terhadap kelompok yang maju.
6. Setelah selesai dengan 1 kelompok maka berganti dengan kelompok yang lain.
7. Penutup

Catatan:
Gerakan senam dapat dimodifikasi sesuai dengan kesepakatan antara guru dengan siswa.

C. Pedoman Penilaian
1. Pedoman Penskoran memahami petunjuk kegiatan


Kegiatan Skor
Siswa mampu melaksanakan perintah sesuai petujuk 3
Siswa mampu mencerna petunjuk kegiatan 2
Siswa mampu mendengar dengan baik 1


2. Pedoman Penskoran melaksanakan petunjuk kegiatan


Kegiatan skor

Siswa menemukan unsur intrinsi dan melakukan kegiatan sesui dengan petunjuk secara kompak. 3
Siswa hanya mampu menyimak perintah dan kurang kompak didalam melakukan kegiatan. 2
Siswa tidak dapat menyimak perintah dan petunjuk. 1


Pada akhir pertemuan pertama guru dan siswa mengadalkan kegiatan refleksi atas kegiatan pembelajaran pada hari itu. Siswa diberi tugas untuk melengkapi unsur intrinsik yang belum ditemukan tetapi dapat ditemukan setelah penampilan kelompok lain.
Pada teknik penilaian tes lisan/performansi ini digunakan rubrik penilaian sebagai berikut :
Rubrik Penilaian kelompok (perlu disepakati dulu oleh guru dan siswa)


Demikian Skenario Pembelajaran yang dapat saya rencanakan pada Kompetensi Dasar “Menemukan hal-hal/unsure intrinsik yang menarik dari dongeng yang diperdengarkan ” pada Kelas VII Semester Gasal. Kritik konstruktif sangat saya harapkan dari berbagai pihak demi sempurnanya skenario pembelajaran ini.



Contoh Kutipan Dongeng.
Kerbau dan Kambing
Aesop
Seekor kerbau jantan berhasil lolos dari serangan seekor singa dengan cara memasuki sebuah gua dimana gua tersebut sering digunakan oleh kumpulan kambing sebagai tempat berteduh dan menginap saat malam tiba ataupun saat cuaca sedang memburuk. Saat itu hanya satu kambing jantan yang ada di dalam gua tersebut. Saat kerbau masuk kedalam gua, kambing jantan itu menundukkan kepalanya, berlari untuk menabrak kerbau tersebut dengan tanduknya agar kerbau jantan itu keluar dari gua dan dimangsa oleh sang Singa. Kerbau itu hanya tinggal diam melihat tingkah laku sang Kambing. Sedang diluar sana, sang Singa berkeliaran di muka gua mencari mangsanya.
Lalu sang kerbau berkata kepada sang kambing, "Jangan berpikir bahwa saya akan menyerah dan diam saja melihat tingkah lakumu yang pengecut karena saya merasa takut kepadamu. Saat singa itu pergi, saya akan memberi kamu pelajaran yang tidak akan pernah kamu lupakan."
Sangatlah jahat, mengambil keuntungan dari kemalangan orang lain

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

 
Copyright © Mr.Elly Oye